Serba- Serbi Hisab-Ru’yat (2)

by Rois Fatoni

 

Pertanyaan #2: Bisakah Hisab membatalkan kesaksian Ru’yat ?

Jawab: Bisa.

 

Salah satu pokok ajaran agama Islam adalah kesempurnaan syari’at yang dibawa Rasulullah SAW.

Termasuk dalam kesempurnaan itu adalah syari’at mengenai penanggalan.

Sebagian di antara kita barangkali terlalu jauh dalam mengangan angankan ke-ummiy-an Rasulullah SAW dan para sahabat dalam hal hisab. Kalau yang dimaksud dengan ummiy itu adalah presisi angka angka perkiraan fenomena astronomi yang ada saat ini, hal itu memang benar. Akan tetapi kalau ke-ummiy-an itu diartikan bhw Rasulullah tidak mengerti ihsab sama sekali, perhatikanlah hal hal berikut ini:

 

1. Rasulullah SAW bersabda bahwa umur bulan itu hanya 29 atau 30 hari; tidak bisa kurang dan tidak bisa lebih.

Sabda Rasulullah SAW ini bersesuaian dengan fakta umur sinodik bulan yang sekitar 29.5 hari.

Dengan sabda tsb, maka ru’yatul hilal hanya diperlukan untuk memastikan bhw umur bulan berjalan hanya 29 hari.

Jika tidak ada kesaksian hilal pada tanggal 29 bulan berjalan, maka Rasulullah dan sahabat sudah bisa menghisab penampakan hilal pada tanggal 30; dan tidak perlu diru’yat lagi.

 

2. Rasulullah SAW bersabda bahwa dalam satu tahun yang sama, ada dua bulan yang umurnya tidak mungkin keduanya berumur 29 hari: yaitu dua bulan hari raya: Ramadhan dan Dzulhijjah. Bagi para ahli, sabda ini difahami sebagai jumlah bulan maksimal berturut turut berumur 29 atau 30 hari. Banyaknya jumlah maksimal bulan berturut turut berumur 29 hari adalah 3 bulan, dan banyaknya jumlah maksimal bulan berturut turut berumur 30 hari adalah 4 bulan. Artinya, apabila berturut turut selama 3 bulan berdasarkan kesaksian ru’yah bulan berumur 29 hari, maka bulan keempat harus berumur 30 hari. Pada bulan ke empat ini, kesaksian ru’yah harus ditolak oleh hisab. Demikian pula sebaliknya, jika selama empat bulan berturut turut turut tidak ada kesaksian ru’yah sehingga bulan selalu berumur 30 hari, maka bulan ke lima harus berumur 29 hari. Tidak diperlukan adanya kesaksian ru’yah untuk memastikan bhw bulan berumur 29 hari sebab hisab sudah bisa memastikan tampaknya hilal. Inilah yang dimaksud dalam kaidah fiqih dalam penanggalan: “Hisab berfungsi sebagai penetapan ru’yah atau penolakannya.”

 

Dua hal tsb menunjukkan bhw Rasulullah SAW tidaklah se-ummiy yang kita kira. Syari’at Islam itu sudah lengkap. Dan salah satu kelengkapan syari’at dalam hal penanggalan adalah dua sabda Rasulullah SAW tsb dalam hal hisab disamping sabda beliau yang memerintahkan ru’yat. Artinya apa ? Syariat islam memerintahkan agar hisab (model/prediksi) dipadukan dengan ru’yat (data/observasi). Sebuah perintah yang pada akhirnya mendorong terbentuknya metodologi riset yang membawa kemajuan ilmu dan teknologi, khususnya astronomi hingga mencapai kemajuan seperti yang kita saksikan sekarang ini.

 

Salam,

Rois

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: